1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

alistudio

alistudio   , 26

from San Isidro

Struktur Kulit dan Fungsinya

Struktur Kulit dan Fungsinya -

Sel.Co.ID - Kulit merupakan bagian tubuh yang paling utama yang perlu diperhatikan dalam tata kecantikan kulit. Pemahaman tentang anatomi dan fisiologi kulit akan membantu mempermudah perawatan kulit untuk mendapatkan kulit wajah yang segar, lembab, halus, lentur dan bersih. Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh, membungkus daging dan organ-organ yang ada di dalamnya.'''

 

 

Luas kulit pada manusia rata-rata + 2 meter persegi dengan berat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang. Kulit memiliki fungsi melindungi bagian tubuh dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel kulit ari yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat serta pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet matahari.

 

Kulit merupakan suatu kelenjar holokrin yang cukup besar dan seperti jaringan tubuh lainnya, kulit juga bernafas (respirasi), menyerap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Kulit menyerap oksigen yang diambil lebih banyak dari aliran darah, begitu pula dalam pengeluaran karbondioksida yang lebih banyak dikeluarkan melalui aliran darah.

Kecepatan penyerapan oksigen ke dalam kulit dan pengeluaran karbondioksida dari kulit tergantung pada banyak faktor di dalam maupun di luar kulit, seperti temperatur udara atau suhu, komposisi gas di sekitar kulit, kelembaban udara, kecepatan aliran darah ke kulit, tekanan gas di dalam darah kulit, penyakit-penyakit kulit, usia, keadaan vitamin dan hormon di kulit, perubahan dalam metabolisme sel kulit dan pemakaian bahan kimia pada kulit.

 

Sifat-sifat anatomis dan fisiologis kulit di berbagai daerah tubuh sangat berbeda. Sifat-sifat anatomis yang khas, berhubungan erat dengan tuntutan – tuntutan faali yang berbeda di masing-masing daerah tubuh, seperti halnya kulit di telapak tangan, telapak kaki, kelopak mata, ketiak dan bagian lainnya merupakan pencerminan penyesuaiannya kepadafungsinya masing – masing. Kulit di daerah – daerah tersebut berbeda ketebalannya, keeratan hubungannya dengan lapisan bagian dalam, dan berbeda pula dalam jenis serta banyaknya andeksa yang ada di dalam lapisan kulitnya.

Pada permukaan kulit terlihat adanya alur-alur atau garis-garis halus yang membentuk pola yang berbeda di berbagai daerah tubuh serta bersifat khas bagi setiap orang, seperti yang ada pada jari-jari tangan, telapak tangan dan telapak kaki atau dikenal dengan pola sidik jari (dermatoglifi).

 

Kulit menutup tubuh manusia pada daerah tubuh yang paling luas dari kepala sampai ke kaki. Kulit wajah yang sehat dan cantik akan tampak kencang, lentur, dan lembab, kondisi ini tidak akan menetap selamanya, sejalan dengan perkembangan usia, ketika kondisi tubuh menurun, kulit tidak hanya menjadi kering tapi juga suram dan berkeriput. Keadaan ini makin mudah terjadi setelah melewati usia tiga puluhan.

Saat itu fungsi kelenjar minyak mengendur, sehingga kulit terasa lebih kering dibandingkan dengan sebelumnya. Diduga dengan bertambahnya usia, kadar asam amino pembentuk kalogen pun berkurang sehingga kalogen yang terbentuk bermutu rendah, selain itu kalogen kehilangan kelembaban dan menjadi kering serta kaku. Akibatnya jaringan penunjang itu tak mampu menopang kulit dengan baik, seperti yang tampak pada kulit orang tua yang makin lama makin kendur dan kurang lentur.

Perubahan susunan molekul kalogen ini merupakan salah satu faktor utama yang membuat kulit manusia lebih cepat keriput, timbul pigmentasi, kehilangan kelembaban dan elastisitas. Kapan tandatanda penuaan itu muncul, tergantung pada usaha kita untuk melindungi dan merawatnya secara baik.

 

Fungsi Kulit

Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :

 

  1. Pelindung atau proteksi

Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringan tubuh di sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruh luar seperti luka dan serangan kuman. Lapisan paling luar dari kulit ari diselubungi dengan lapisan tipis lemak, yang menjadikan kulit tahan air. Kulit dapat menahan suhu tubuh, menahan luka-luka kecil, mencegah zat kimia dan bakteri masuk ke dalam tubuh serta menghalau rangsangan fisik seperti sinar ultraviolet dari matahari.

 

  1. Penerima rangsang

Kulit sangat peka terhadap berbagai rangsang sensorik yang berhubungan dengan sakit, suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan, dan getaran. Kulit sebagai alat perasa dirasakan melalui ujung-ujung saraf sensasi.

 

  1. Pengatur panas atau thermoregulasi

Kulit mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh kapiler serta melalui respirasi yang keduanya dipengaruhi saraf otonom. Tubuh yang sehat memiliki suhu tetap kira-kira 98,6 derajat Farenheit atau sekitar 36,50C. Ketika terjadi perubahan pada suhu luar, darah dan kelenjar keringat kulit mengadakan penyesuaian seperlunya dalam fungsinya masing-masing. Pengatur panas adalah salah satu fungsi kulit sebagai organ antara tubuh dan lingkungan, sedangkan panas akan hilang dengan penguapan keringat.

 

  1. Pengeluaran (ekskresi)

Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa garam, yodium dan zat kimia lainnya. Air yang dikeluarkan melalui kulit tidak saja disalurkan melalui keringat tetapi juga melalui penguapan air transepidermis sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari.

 

  1. Penyimpanan.

Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak.

 

  1. Penyerapan terbatas

Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama zat-zat yang larut dalam lemak dapat diserap ke dalam kulit. Hormon yang terdapat pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan kulit pada tingkatan yang sangat tipis. Penyerapan terjadi melalui muara kandung rambut dan masuk ke dalam saluran kelenjar palit, merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.

 

  1. Penunjang penampilan

Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan. Fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat maupun konstraksi otot penegak rambut.

 

 

Sumber : https://sel.co.id/struktur-kulit/


Read more at https://www.indonesiana.id/read/133266/struktur-kulit-dan-fungsinya
  1. https://www.selasar.com/question/25284/Sebutkan-Anatomi-Kulit-dan-Fungsinya
  2. https://www.selasar.com/question/25283/Sebutkan-Klasifikasi-Tumbuhan-Paku
  3. https://dcc.ac.id/blog/ciri-ciri-kingdom-animalia/
  4. https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436801/klasifikasi-tumbuhan-paku/
    https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435463/klasifikasi-kingdom-animalia/
  5. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10980-klasifikasi-tumbuhan-paku
  6. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10979-anatomi-kulit-dan-gambar-serta-fungsinya

Klasifikasi Kingdom Animalia

6690051791105472168.jpg

weareglory.com –   Dunia hewan (Animalia) adalah suatu kingdom yang anggotanya beragam dimuka bumi. Baik dari bentuk tubuh, tempat hidup, makanan, perkembangbiakkan, dan lain lain. Dimuka bumi ini terdapat hewan yang merugikan dan juga menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari. Hewan banyak mengandung protein yang berperan penting untuk tubuh. Hewan juga sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem di muka bumi ini. Tanpa adanya hewan dimuka bumi ini akan terjadinya ketidak seimbangan dalam ekosistem.

Ciri-Ciri Animalia

Dikutip Dari GuruPendidikan Animalia atau Hewan dalam Bahasa Latin Anima yang berarti jiwa. Hewan merupakan makhluk hidup yang bersifat multhiseluler, eukariotik, tidak memiliki dinding sel, heterotrof, mampu bergerak aktif yang didukung oleh jariangan saraf dan jaringan otot, sebagian bereproduksi secara seksual yang terjadi melalui fertilisasi eksternal atau internal, serta memiliki bentuk tubuh dan organ-organ yang bervariasi.

Bentuk tubuh hewan dapat dibedakan berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusunan tubuh. Berdasarkan simetri tubuh, hewan dibedakan menjadi simetri radial dan simetri bilateral sebagai berikut :

  • Simetri radial ialah bagian bentuk tubuh hewan yang tersusun melingkar. Hewan dengan simetri radial memiliki sisi oral dan aboral. Hewan dengan bentuk tubuh radial sering disebut hewan radiata. Hewan radiata meliputi Porifera, Coelenterata, dan Enchiodermata.
  • Simetri Bilateral ialah bagian bentuk tubuh hewan yang tersusun bersebelahan dengan bagian yang lainnya. Hewan bilateral mempunyai sisi dorsal, ventral, sisianterior, dan posterior.

Berdasarkan Lapisan Penyusunan Tubuh hewan dibedakan menjadi diploblastik dan triploblastic sebagai berikut :

  • Hewan diploblastik merupakan hewan yang memiliki lapisan ektoderm (epidermis) dan endoderm (gastrodermis). Hewan yang termasuk displobatik meliputi hewan kelompok coelenterata.
  • Hewan triploblatik merupakan hewan yang memiliki lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Hewan triploblastik dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
  1. Triploblastik Aselomata, merupakan hewan triploblastik yang tidak memiliki rongga di antara saluran pencernaan dan dinding tubuh. Contohnya Platyhelminthes (cacing pipih).
  2. Triploblastik Pseudoselomata, merupakan hewan triploblastik yang memiliki rongga tubuh yang tidak sepenuhnya dilapisi jaringan dari mesoderm. Contohnya Nematoda (cacing gilik).
  3. Triploblastik Selomata, merupakan hewan triplolastik yang memiliki rongga tubuh (selom) sejati dan dilapisi oleh jaringan yang berasal dari mesoderm. Contohnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Vertebrata.

Ciri-Ciri dan Klasifikasi Invertebrata

            Invertebrata merupakan bagian dari klasifikasi kingdom animalia yang dalam Bahasa latin berasal dari kata in yang berarti tanpa dan vertebrae yang berarti tulang belakang. Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan invertebrata dikelompokkan ke dalam beberapa filum sebagai berikut  :

  1. Filum Porifera (Hewan Spons)

Porifera berasal dari Bahasa Latin porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Porifera adalah hewan yang mempunyai tubuh berpori dan juga disebut sebagai hewan spons. Porifera merupakan anggota Animalia yang paling primitif. Sebagian besar porifera hidup di laut dan sebagian kecil di air tawar. Porifera hidup secara heterotrof, serta tersusun dari pinakosit dan koanosit.

Porifera memiliki saluran air yang unik. Berdasarkan tipe saluran air, bentuk tubuh porifera dapat di bedakan menjadi tiga tipe, yaitu :

  • Tipe Askonoid

Askonoid merupakan tipe yang paling sederhana dimana lubang-lubang langsung di hubungkan dengan saluran lurus menuju spongosol. Contohnya Leucosolenia sp.

  • Tipe Sikonoid

Sikonoid merupakan tipe saluran dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Contohnya Sycon ciliatum.

  • Tipe Leukonoid atau Rhagon

Leukonoid merupakan tipe saluran dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol. Contohnya Spongia sp.

Berdasarkan karakteristiknya filum Porifera terbagi menjadi tiga kelas yaitu :

  • Calcarea (Calcispongiae)

Calcarea berwarna pucat, tinggi kurang dari 15 cm, permukaan tubuh berbulu, serta rangka tubuh bersifat kalkareus. Spikula berbentuk monaxon dan triaxon. Calcarea banyak tersebar di laut dangkal seluruh dunia. Contohnya Sypha sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., Chathrina sp.

  • Hexactinellida (Hyalospongiae)

Hexactinellida memiliki tinggi tubuh 90 cm, spikula mengandung banyak benang silikat dan berbentuk triaxon dengan enam cabang, dan bentuk hewan menyerupai gelas, silinder, atau corong. Contohnya Euplectella aspergilium, Pheronema, Hyalonema sp.

  • Demospongiae

Demospongiae bertulang lunak dan tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memiliki rangka, rangkanya tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari zat silikat dan spikula berbentuk monaxon atau tetraxon. Contohnya Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp.

  • Filum Coelenterata/Cnidaria

Coelenterata berasal dari kata coelos yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus. Coelentera adalah hewan invertebrata yang memiliki rongga tubuh sebagai alat pencernaan makanan (gastrovaskuler). Coelenterata merupakan hewan diploblastik atau tersusun dari dua lapis sel, yaitu ektoderma dan endoderma.

Coelenterata/Cnidaria sebagain besar hidup di air laut dan hanya beberapa spesies yang hidup di air tawar. Mereka hidup di perairan dangkal dan berkoloni, serta heterotrof sebagai karnivora.

Filum Coelenterata dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu :

  • Kelas Hydrozoa

Sebagian besar hidup di air laut serta beberapa di air tawar, hidup berkoloni dan ada pula soliter. Anggota hydrozoa yang hidup berkoloni bentuk tubuh polip dan medusa, contohnya Obelia. Sedangkan hydrozoa yang hidup solider hanya mempunyai bentuk tubuh polip, contohnya Hydra.

  • Kelas Scyphozoa

Merupakan hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan. Contohnya Aurelia Aurita.

  • Kelas Anthozoa

Merupakan hewan laut yang memiliki bentuk tubuh mirip bunga. Anggota kelas ini hidup di laut sebagai polip soliter maupun koloni dan tidak memiliki bentuk medusa. Contohnya Metridium senile dan Giant green anemone.

  • Filum Platyhelminthes

Platyhelminthes dalam Bahasa yunani platy yang berarti pipih dan helminthes berarti cacing. Platyhelminthes adalah cacing yang berbentuk pipih dan memiliki tiga lapisan yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma, serta hidup secara parasit dan ada juga yang hidup bebas di perairan. Platyhelmintes dibagi menjadi tiga kelas yaitu :

  • Kelas Turbellaria (Cacing berambut getar)

Memiliki bentuk tubuh seperti tongkat. Kelompok cacing ini hidup di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Contohnya Planaria sp.

  • Kelas Trematoda (Cacing isap)

Hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan. Cacing ini umumnya hidup di dalam hati, paru-paru dan usus. Contohnya Fasciola hepatica.

  • Kelas Cestoda (Cacing pita)

Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentuk pipih panjang menyerupai pita, serta merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata dan bersifat hermafrodit.  Contohnya Taenia solium.

  • Filum Nemathelminthes

Nemathelminthes (cacing gilig) adalah filum mempunyai bentuk tubuh silindris, permukaan tubuh ditutupi oleh kutikula, tubuh tersusun triploblastik pseudoselomata dan hidup secara parasit. Contohnya Ascaris lumbricoides, Wuchereria bancrofti dan Oxyuris vermicularis.

  • Filum Annelida

Annelida dalam Bahasa latin berasal dari kata annelus yang berarti cincin kecil dan eidos yang berarti bentuk. Annelida adalah cacing yang memiliki bentuk seperti sejumlah cincin kecil yang diuntai, bersifat triploblastik, dan selomata. Berdasarkan jumlah parapodia, setae, dan rambut annelida dibagi menjadi tiga kelas yaitu :

  • Kelas Polychaeta (Cacing Berambut Banyak)

Merupakan annelida yang hidup dalam pasir atau menggali batu-batu di daerah pasang surut air laut, memiliki banyak seta, tubuh dilapisi kutikula dan bergerak dengan parapodia. Contohnya Eunice viridis (cacing wawo), Lysidice oele (cacing palolo),  Neris virens (kelabang laut).

  • Kelas Oligochaeta (Cacing Berambut Sedikit)

Merupakan annelida yang memiliki sedikit seta, sebagian hidup di air tawar, namun ada pula di air laut, air payau, dan  darat (tanah yang lembab). Contohnya Lumbricus terrestris, Pheretima musica, Pheretima posturna.

  • Kelas Hirudinea (Lintah)

Merupakan cacing yang hidup sebagai ektoparasit pada permukaan tubuh inang, bentuk tubuh agak pipih, memiliki segmentasi di luar tubuh, serta tidak mempunyai rambut, parapodia, dan setae. Contohnya Hirudo medicinalis dan Haemadipsa zeylanica.

  • Filum Mollusca

       Mollusca dalam Bahasa latin molluscus yang berarti lunak. Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, tidak beruas-ruas, triploblastic, selomata dan ada yang bercangkang serta tidak bercangkang. Mollusca hidup di laut, air tawar dan darat. Berdasarkan simetri tubuh, bentuk kaki, cangkang, dan mantelnya Mollusca dibedakan menjadi lima kelas sebagai berikut :

  • Kelas Amphineura (Kiton)

Merupakan hewan yang bentuk tubuhnya bulat telur, pipih dan simetri bilateral, kaki vertal memanjang, mempunyai ruang mantel yang mengandung insang dan hidup di laut yang umumnya melekat di dasar perairan. Contohnya Chiton sp. dan Cryptochiton sp.

  • Kelas Gastropoda

Merupakan kelompok hewan lunak yang bergerak menggunakan otot perutnya, memiliki cangkang berbentuk spiral dan bentuk tubuhnya sesuai dengan bentuk cangkangnya. Contohnya Achatina fulica dan Vivara savanica. Namun terdapat juga vaginula (siput telanjang), contohnya Deroceras reticulatum dan Milax gagtes.

  • Kelas Scaphopoda

Merupakan kelas yang memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tanduk yang terbuka di kedua ujungnya. Contohnya Dentalium vulgare.

  • Kelas Cephalopoda

Merupakan hewan yang mempunyai kaki di kepala dan tubuhnya simetris bilateral, sebagian besar tidak memiliki cangkang, kulit tubuh dapat berubah warna, serta terdapat kantong tinta untuk perlindungan diri. Contohnya Loligo pealii, Octopus sp., Sepia officinalis  dan Nautilus pompilius.

  • Kelas Pelecypoda (Lamellibranchiata atau Bivalvia)

Merupakan hewan yang mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, sepasang cangkang, berkaki pipih, dan mempunyai insang berlapis-lapis. Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatic dan nakreas. Contohnya Anotoda dan Pinctada mertensi.

  • Filum Enchinodermata

            Merupakan kelompok hewan berkulit duri, triploblatik, rangka tubuh tersusun atas zat kapur, bergerak dengan kaki ambulakral. Sistem pembuluh air berfungsi untuk bergerak, bernafas, dan untuk membuka cangkang mangsa. Sistem pembuluh air tersusun dari madreporit, madreporikus, sirkomolaris, saluran radialis, saluran lateral dan ampula. Berdasarkan bentuk tubuhnya enchinodermata dibedakan menjadi lima kelas sebagai berikut :

  • Kelas Asteroidea

Memiliki bentuk seperti bintang dan di lengkapi pediselaria, seluruh permukaan tubuh ditutupi duri yang tersusun dari zat kapur, serta hidup di daerah pantai atau dasar laut yang tidak terlalu dalam. Contohnya Astropecten duplicatus, Crossaster papposus dan Oreaster occidentalis.

  • Kelas Echinoidea

Memiliki bentuk tubuh bulat dan termasuk simetri radial, seluruh tubuh berkulit duri yang digerakkan oleh otot dan digunakan untuk berjalan, serta hidup di derah pantai, di atas batu karang, dasar laut, dalam lumpur, atau muara sungai. Contohnya Echinos esculenta, Diadema saxtile, Strongylocentrotus sp.

  • Kelas Ophiuroidea

Mempunyai bentuk tubuh seperti bintang dengan lima lengan yang panjang dan beruas. Contohnya Ophiothrix fragilis.

  • Kelas Crinoidea

Mempunyai bentuk tubuh seperti bunga lili dan simetri bilateral. Umumya hidup di laut dalam dengan menempel di dasar laut, barisan koral, atau membentuk tanaman laut. Contohnya Holopus dan Antedon.

  • Kelas Holothuroidea

Mempunyai bentuk tubuh simetri radial dan sering disebut teripang atau mentimun laut. Contohnya Holothuria sp.

 

Sumber :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/kingdom-animalia/
  2. https://balad.org/kingdom-animalia/
  3. https://weareglory.com/kingdom-animalia/
  4. https://thesrirachacookbook.com/kingdom-animalia/
  5. https://symbiantweet.com/kingdom-animalia/
  6. https://dogetek.co/kingdom-animalia/
  7. https://solopellico3p.com/kingdom-animalia/
  8. http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/kingdom-animalia
  9. https://www.goodreads.com/topic/show/19817645-kingdom-animalia
  10. https://www.kaskus.co.id/post/5cd736b4c820840e5f4d2e3b/
  11. http://forum.detik.com/kingdom-animalia-t2043944.html
  12. https://www.selasar.com/question/25263/Apa-Itu-Kingdom-Animalia
  13. https://indonesiana.tempo.co/read/133080/2019/04/08/ojelhtcmandiri/materi-kingdom-animalia-ciri-dan-klasifikasinya
  14. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10965-mengenal-lebih-jauh-kingdom-animalia

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku


a. Klasifikasi Berdasarkan Spora

sel.co.id - Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini.

  • Paku Homospora (isospora)



Menghasilkan satu jenis spora, misalnya Lycopodium (paku kawat). Spora dari paku ini dikenal sebagai ‘Lycopodium powder’ yang dapat meledak di udara apabila terkumpul dalam jumlah cukup banyak dan pada jaman dulu digunakan sebagai lampu kilat untuk pemotretan.

https://sel.co.id/wp-content/uploads/2019/01/Gambar-Tummbuhan-Paku-Homospora.jpg

  • Paku Heterospora


    Menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).

 

  • Paku Peralihan



Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

https://sel.co.id/wp-content/uploads/2019/01/Gambar-Tumbuhan-Paku-Peralihan.jpg

b.Klasifikasi Berdasarkan Ciri Tubuh

Klasifikasi tumbuhan paku Dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu Psilopsida, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta.

  1. Paku Purba (Psilopsida)



Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati.

Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang.

Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).

  1. Paku Kawat (Lycopsida)


Baca Juga Mengenal Kuncup (gemma) serta Macam-Macam Kuncup



Paku kawat mencakup 1.000 spesies tumbuhan paku, terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat.

Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella sp) sporangium terdiri dari dua jenis, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.

Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.

Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual, yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium.

https://sel.co.id/wp-content/uploads/2019/01/gambar-Tumbuhan-Paku-Kawat-Lycopsida.jpg

3. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Sporangium terdapat pada strobilus.

Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.

https://sel.co.id/wp-content/uploads/2019/01/Gambar-Tumbuhan-Paku-Ekor-Kuda-Sphenopsida.jpg

4. Paku Sejati (Pteropsida)

Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae. Filicinae memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata), Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), Paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.
Baca Juga Mengenal Percabangan Batang Secara Lengkap





https://sel.co.id/wp-content/uploads/2019/01/Gambar-Tumbuhan-Paku-Sejati-Pteropsida.jpg

c. Klasifikasi berdasarkan Habitat (Tempat Hidup)

Beredasarkan habitat (tempat hidupnya) klasifiksi tumbuhan paku dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paku tanah, paku epifit dan paku akuatik.

  1. Paku Tanah



Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok ini iaah paku-pakuan yang hidup di tanah, tembok dan tebing terjal. Holtum (1968) merinci paku tanah menjadi dua bagian yaitu:

  • Paku Pemanjat, Tumbuhan ini mempunyai rimpang yang ramping dan panjang, berakar dalam tanah,memanjat pohon tapi tidak epifit. Beberapa contoh adalah Bolbitis heteroclita Ching, Teratophyllum Mettenius, Lindsaya macracana.
  • Paku batu-batuan dan tebing sungai, Tumbuhan paku jenis ini tumbuh pada batu-batuan atau pada tebing sungai, menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada permukaan batuan dan akar-akarnya masuk ke celah-celah batu. Contohnya yaitu Pteris sericea Ching, Dipteris lobbiana(Hk.) Moore, Lindsaya lucida, L. Nitida Bl.

 

  1. Paku Epifit



Jenis tumbuhan ini hidup pada tumbuhan lain, terutama yang berbentuk pohon. Holtum (1968) membagi paku epifit menjadi dua macam yaitu:

  • Epifit pada tempat-tempat terlindung, tumbuhan ini tumbuh pada bagian bawah pohon di hutan terutama dekat aliran air atau di tempat-tempat yang dibayangi pegunungan. Contohnya antara lain anggota Hymenophyllaceae, Antrophyum callifolium, Asplenium tenerum Forst.
  • Epifit pada tempat-tempat terbuka, tumbuhan ini terdapat pada tempat yang terkena sinar matahari langsung atau agak teduh dan tahan terhadap angin. Contohnya antara lain: Drynaria Smith,Asplenium nidusL., Platycerium Desvaux, Pyrrosia Mirbel,Drymoglossum Presl.

 

  1. Paku Akuatik



Tumbuhan yang termasuk kelompok ini mengapung bebas di permukaan air. Contohnya ialah anggota famili Salviniaceae dan Marsileaceae. Selain itu terdapat juga tumbuhan paku yang sebagian hidupnya berada pada air, misalnya Acrosticum aureum L. Pada daerah mangrove Tectaria semibinnata (Wall.) C. Chr. Pada daerah pasang surut, Ceratopteris thalictroides Brongn. Pada perairan dangkal.

 

Sumber :

  1. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10980-klasifikasi-tumbuhan-paku
  2. https://sel.co.id/tumbuhan-paku/
  3. https://indonesiana.tempo.co/read/133264/2019/04/15/ojelhtcmandiri/klasifikasi-tumbuhan-paku
  4. https://symbiantweet.com/kingdom-animalia/
  5. https://dogetek.co/kingdom-animalia/
  6. https://solopellico3p.com/kingdom-animalia/

Jaring Jaring Kubus

Definisi Bangun Ruang

 

Bangun ruang merupakan bangun matematika yang memiliki isi atau volume. Bangun ruang dalam matematika dibagi menjadi beberapa bangun ruang yakni sisi, rusuk dan titik sudut.

Sisi merupakan bidang pada bangun ruang yang membatasi antara bangun ruang dengan ruangan di sekitarnya, Rusuk merupakan pertemuan dua sisi yang berupa ruas garis pada bangun ruang sedangkan Titik sudut adalah titik dari hasil pertemuan rusuk yang berjumlah tiga atau lebih.

 

Pada umumnya bangun ruang yang telah kita kenal adalah balok, kubus, prisma, limas, kerucut, tabung dan bola. Pada setiap bangun ruang tersebut mempunyai rumusan dalam menghitung luas maupun isi/volumenya. Bangun ruang terbagi menjadi bangun ruang sisi datar dan bangun ruang sisi lengkung.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rumus Kerucut : Volume Luas Permukaan, Tinggi, Dan Gambar


Rumus kubus Rumus Volume kubus

  • V = s x s x s = s³

Rumus Panjang rusuk kubus

  • P rusuk = 12 x s = 12s

Rumus Luas kubus/luas permukaan kubus

  • L = 6 x s² = 6s²

Cara membuat Jaring Jaring Kubus

  1. Sediakan pensil, penggaris, dan gunting.
  2. Gambarkan jaring-jaring kubus sesuai gambar yang di atas pada kardus maupun kertas karton.
  3. Setelah gambar jadi, sekarang tinggal gunting gambar jaring-jaringnya.
  4. Setelah digunting, sekarang bagian yang bergaris masing-masing ditekuk.
  5. Setelah ditekuk-tekuk, tinggal hubungkan saja masing-masing tekukannya maka akan terbentuk kubus.
  6. Jaring-jaring kubus yang sudah jadi seperti di atas

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 54 Gambar Jaring jaring Balok, Rumus, Dan Cara Membuat


Pengertian Kubus

Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah sisi berbentuk persegi yang kongruen(sama besar).

 

Sumber :

  1. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10967-11-gambar-pola-jaring-jaring-kubus
  2. https://www.gurupendidikan.co.id/jaring-jaring-kubus/
  3. https://www.galena.co.id/q/bagaimana-gambar-jaring-jaring-kubus
  4. https://indonesiana.tempo.co/read/133079/2019/04/08/ojelhtcmandiri/11-pola-jaring-jaring-kubus
  5. https://www.selasar.com/question/25262/Bagaimana-Gambar-Jaring-Jaring-Kubus
  6. https://www.kaskus.co.id/post/5cd35c94b84088754763016f/

Apa Yang Dimaksud Seni Teater ?

Pengertian Seni Teater

Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafsiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton,pengamat, kritikus atau peneliti).



Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti sempit dideskripsikan sebagai sebuah drama (perjalanan hidup seseorang yang dipertunjukkan di atas pentas, disaksikan banyak orang dan berdasarkan atas naskah yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya



Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.



Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

Sumber :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/seni-teater/
  2. https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11063-apa-yang-dimaksud-seni-teater