1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

datamajalahinc

datamajalahinc   , 25

from Guaynabo

Statistics

Tak Biarkan Komik Indonesia Tambah Memudar

Komikindo merupakan singkatan dari komik Indonesia yang identik dengan pengertian cerita komik yang dihasilkan oleh buah hati bangsa yang kemudian menjadi sebuah bacaan si kecil negeri dengan tema-tema kisah yang kebanyakan mengangkat kebiasaan dan kultur Nusantara. Dan di era tahun 1970-an, komik Indonesia berada pada masa puncak kejayaannya, dimana banyak komik yang dihasilkan komikus legendaris Indonesia, Bapak R.A.Kosasih yang dinobatkan sebagai Bapak Komik Indonesia, sebagai komik yang kisahnya tak lekang oleh waktu.

https://mangakid.net/wp-content/uploads/2017/12/34-1.jpg

Bermula sekitar tahun 1930-an komik Indonesia lahir dengan rilis komik pertama berjudul Put On yang merupakan komik bercerita jenaka yang diwujudkan oleh komikus Indonesia keturunan Tionghoa bernama Kho Wan Ghie. Dilanjutkan pada awal tahun 1950, seorang pemrakarsa komik Indonesia bernama Abdulsalam sudah menerbitkan komik bertema heroik di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta yang kemudian dibukukan oleh harian Pikiran Rakyat, Bandung. Para pengamat komikindo mengatakan bahwa ini adalah komik Indonesia pertama yang dibukukan.

Dari tahun ke tahun komik Indonesia mengalami kemerosotan karya akibat digeser oleh produk komik asal Jepang manga yang membludak. Popularitas manga terus menduduki rating teratas hingga membuat para penggemar komik Indonesia melupakan komik buatan negeri sendiri. Hal ini betul-betul dinikmati pada era tahun 2005, dimana banyak sekali komik asal Jepang yang menguasai pasar Indonesia. Hati-buah hati muda yang menjadi pangsa pasar di bisnis komik ini justru lebih suka komik manga asal Jepang ini, sehingga produktivitas komik Indonesia kian jauh terpuruk. Bahkan sampai pula melupakan komik asal Amerika yang lebih dulu sampai di Indonesia.

Namun dengan berkembangnya potensi buah hati muda Millenial yang lebih suka hal-hal bersifat modern, maka banyak komikus Indonesia yang mengambil resiko mangaindo untuk mulai kembali menggeluti bidang ini dan mencoba menunjukkan karya-karya yang menjual. Tentu saja untuk menarik pasar maka komikindo dibuat menggunakan media komputerisasi yang jauh lebih menarik perhatian daripada media cetak. Hal ini rupanya dengan mulai bermunculan sederet nama komikus yang aktif di instagram dan jejaring sosial. Bahkan apa yang mulanya ditampilkan di media sosial kini melahirkan bisnis baru di industri komik.