1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

desert44button

desert44button   , 34

from New York

Statistics

Pakaian Sopan, Perasaan juga Nyaman

Beberapa hari yang lalu, aku sekeluarga menghabiskan tenggat liburan di satu buah mall di Depok. Seperti biasa, saya mengajak anak lelaki saya yang berumur 1, 5 tahun main di pusat sajian anak-anak pada mall tersebut. Ia super senang bisa bebas berlarian kesana kemari, mempertunjukkan semua mainan dengan ada dan berinteraksi dengan anak-anak beda sebayanya. Saya dgn sabar tetap menunjukkan kemana ia pergi dan ikut lupa dengan semua produk yang dimainkannya.

Olehkarena itu hari itu selaras dengan hari vakansi maka pengunjung supermarket ramai sekali, demikian juga di gelanggang bermain anak-anak. Apalagi masing-masing anak ditemani orang tuanya permainan, waah … tambah ramai saja.

Pada tengah asyik mengiringi si kecil bermain, tiba-tiba kuping hamba mendengar seorang embuk berbicara setengah berbisik kepada rekannya sesama ibu-ibu yang juga mengawani anaknya bermain.

” eh … tersebut lihat! ada celengan, isi koin yuuk ”. Ia merujuk dan kemudian mereka berdua cekikikan.

Olehkarena itu penasaran, saya juga segera melayangkan wawasan ke arah yang ditunjuk ibu itu. Ternyata yang oleh sebab itu bahan tertawaan mereka adalah seorang pokok muda yang juga senewen asyik menemani putranya bermain Permainan Berpakaian Perempuan. Ibu muda tersebut mengenakan baju bahan rajutan tubuh pendek dan panjang baju tersebut hanya sampai batas pinggangnya saja. Potongan sosial baju tersebut berupa bentuk huruf V dan agak panjang jadi memperlihatkan belahan pada dadanya. Sedangkan guna bawahan, ia menggunakan celana jins tamsil pensil super mesra berwarna hitam & ban pinggangnya terletak di bawah puser. Sehingga apabila posisinya jongkok, maka pinggang celananya akan minat kebawah dan baju tertarik keatas akibatnya belahan ” seksi belakang ” nya akan terlihat.

Kebetulan saat saya malayangkan pandangan ke arahnya ia sedang pada posisi jongkok, dan mengertilah saya beserta istilah ” deposito ” yang pada bisikkan ibu-ibu tadi.

Ternyata tidak abdi dan ibu-ibu tadinya saja yang menghiraukan penampilan serta ” celengan ” si ibu muda tadinya, hampir setiap mata yang berseliweran dalam arena bermain ityu juga tak terlepas dari pemandangan terkait. Ada yang menelaah sambil tertawa, tersenyum, risih, juga ada yang geleng-geleng tua-tua.

Sadar ia sebagai perhatian orang-orang, tiap sebentar ia meski menarik celananya terangkat dan menarik bajunya ke bawah agar bagian tubuhnya secara seharusnya tertutup tersebut tak kelihatan. Namun semakin ia menarik-narik pakaiannya dan membungkus ” celengan ” nya, semakin tampil ketidaknyamanannya. Fokus lawan anakpun terpecah. Di satu sisi ia harus tetap memeriksa dan menemani anaknya bermain, di bingkai lain ia sibuk dengan pakaiannya yang mengumbar aurat itu.

Di mata aku, ia benar-benar tampil tidak nyaman serta juga membuat orang-orang lain di sekitarnya ikut-ikutan tidak nyaman. Berpasang-pasang mata menelaah risih kepadanya. Ia pun kelihatannya tidak senang juga dgn kondisi tersebut. Hhmm … salah swasembada, ngapain juga di tempat umum berpakaian seperti itu. Bukankah sekarang banyak pilihan bermacam-macam model pakaian buat wanita yang stylish dan ngetrend sekali lalu juga sopan juga nyaman?