1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

hereiam

hereiam   , 25

from Los Angeles

Statistics

Tidak Akan Ada Lagi Pembangunan Tol yang Mangkrak

6484088383608169930.jpg

detiknews Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Jumat (3/11/) pagi. Dua ruas yang diresmikan itu adalah 1B yang menghubungkan Cipinang Melayu-Pangkalan Jati dan 1C Pangkalan Jati-Jaka Sampurna dengan total panjang 8,4 kilometer.

"Setelah (pembangunan) berhenti 21 tahun, besok beroperasi," ujar ‎Jokowi, saat peresmian Tol Becakayu, Jumat (4/11).

Dia mengatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meneruskan pembangunan Tol Becakayu dari Jakasampurna, Kota Bekasi hingga ke Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. "Akan diteruskan ke Bekasi Barat hingga ke Tambun," katanya.

Presiden Jokowi meyakinkan kepada masyarakat terkait perampungan pembangunan tol layang ini. Menurutnya, pemerintah akan melanjutkan pembangunan tol layang dan tidak akan terjadi yang namanya mangkrak lagi. "Percayalah, kita ikuti terus ini, percayalah rampung," imbuhnya.

Dengan dibukanya tol layang ini, operator Tol Becakayu‎ yakni PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), akan segera mendapat pemasukan. "Segera dibuka biar PT dapat pemasukan," katanya.

Dibukanya ruas tol layang ini akan menambah pilihan jalan dari Jakarta menuju ke Bekasi atau sebaliknya.

Peresmian hari ini dilakukan di tol layang yang berjarak 2 kilometer dari Gerbang Tol Jakasampurna, Kampung Dua, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Selain dua seksi yang dioperasikan tersebut, PT Waskita Karya selaku kontraktor jalan tol, juga mengebut pengerjaan di ruas‎ Seksi 1A Casablanca-Cipinang Melayu. Seksi ini, ditargetkan akan rampung pada Maret 2018.

Ruas Tol Becakayu Seksi I A, B dan C memiliki panjang sekitar 11 kilometer lebih. Sedangkan untuk pembangunan Seksi 2 dari Jatisampurna hingga Tambun Selatan, akan dimulai pada 2018 mendatang.

Peresemian ini dihadiri Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Hanung, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta pihak terkait lainnya.

Ruas tol Becakayu sudah lolos uji konstruksi, tiang pancang itu sudah dibangun sejak 21 tahun silam.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna mengatakan semua kendaraan Golongan I dan Golongan V boleh melintas di ruas tol ini.

‎Ruas tol layang ini memang diprioritaskan untuk kendaraan pribadi atau golongan I, namun dilalui kendaraan bus besar.

"Seksi 1 B dan C yang diresmikan bisa dilalui semua mobil golongan I-V," ujar Herry Zuna.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan uji coba kendaraan golongan I-V‎ sudah dilakukan beberapa pekan lalu. detiknews

Selain mengecek konstruksi tol, pihaknya juga memeriksa segala rambu petunjuk arah dan lampu penerangan jalan. Dia menyatakan, rambu dan lampu penerangan jalan telah dipasang untuk memberi kenyamanan para pengendara.

Herry Zuna menjelaskan, detail trase Tol Becakayu kepada Presiden Joko Widodo bersama rombongan menteri dan kepala daerah.

Sementara itu, Dirut PT KKDM Herwidiakto, mengatakan terkait tarif tol pihaknya belum menentukan besarannya. "Saat ini, kami masih tahap uji coba dalam seminggu ke depan. Masyarakat masih digratiskan melintas tol ini," ujar Herwidiakto.

Meski begitu, dia memperkirakaan tarif tol di kisaran Rp 10.000-20.000 dengan penerapan transaksi nontunai. "Sudah menerapkan transaksi nontunai," pungkasnya.


Aku Tergoda Tante Girang

6483252086653472476.jpg

cerita sex Aku Iwan, masih kelas 3 di salah satu SMU di Jakarta Selatan dan tinggal bersama Papa dan Mami serta adikku Ita yang sekolahnya sama dengan sekolahku, hanya Ita masih duduk di kelas 1 dan masuk siang, sedangkan semua kelas 3 kebagian masuk pagi. Di rumahku juga ada seorang pembantu yang agak tua. Perlu diketahui, Mama kandungku telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat sakit, dan Papaku mengawini adiknya Mama kira-kira setahun yang lalu. Aku serta Ita memanggilnya Mami yang sebelumnya memang sudah kami kenal dengan baik. Habis dia kan tanteku juga.

Mami ini dicerai oleh suaminya, dengar-dengar sih katanya karena sudah kawin 4 tahun tapi belum punya anak. Nah, mungkin Papa merasa sudah duda serta tanteku sudah janda dan apalagi mereka sudah kenal baik sebelumnya, jadilah mereka kawin.

Nah, ceritaku ini terjadi kira-kira 3 minggu yang lalu di siang hari ketika aku pulang dari sekolah. Setelah ganti dengan celana pendek dan kaos singlet saja, aku langsung makan yang telah disediakan oleh Pembantu. Setelah selesai makan, aku bermaksud ke ruang tamu mau mendengerkan lagu-lagu dari Laser Disc. Tetapi sewaktu melewati kamar Papa dan Mami yang pintunya agak terbuka sedikit, kudengar suara-suara yang agak aneh dan berisik. Karena ingin tahu suara apa itu, kuhentikan langkahku dan kuintip dari pintu kamar Papa dan Mami yang agak terbuka sedikit tadi. Ternyata Mami sedang duduk membelakangiku dan sedang melihat TV.

Setelah keperhatikan lebih cermat, ternyata Mami sedang nonton film blue dari Laser Disc. Dan kuperhatikan lagi, tangan kiri Mami bergerak maju mundur di sekitar bagian pahanya. Mamiku ini walau sudah agak berumur kira-kira 37 tahun, tapi aku sangat bangga, karena banyak mata yang mengaguminya kalau kami sedang jalan-jalan di Mall, mungkin karena Mami agak seksi dan warna kulitnya yang putih bersih serta bentuk dada yang menonjol serasi. Itu komentar yang pernah kudengar dari beberapa orang temannya Mami.

Mami yang sedang nonton TV itu mengenakan baju atau daster merah muda tipis dan sangat minim, habis sih pahanya hampir kelihatan semua, bulu ketiaknya yang lebat kelihatan juga. Sayangnya Mami menghadap ke depan, sehingga yang terlihat hanya punggungnya yang putih bersih. Karena selama ini aku belum pernah melihat film seperti itu, lalu kuputuskan untuk melihatnya terus dari celah pintu itu dan melihat adegan demi adegan. Batang penisku tidak terasa menjadi tegang sekali.

Saking asyiknya nonton sambil berdiri, ditambah nafsuku makin meninggi, tidak terasa berdiriku menjadi tidak tenang dan dengkulku menyenggol pintu kamar Mami dengan keras. Tapi dengan cepat aku mundur menjauhi pintu.
“Iwaan.., kamukah itu..?” kudengar suara Mami memanggilku, tapi aku tidak menjawab.
“Iwaan.., sini.. doong.. naak..!” kudengar kembali Mami memanggilku.
Karena tidak enak, lalu aku kembali menuju pintu kamar Mami dan kujawab, “Ada.. apa.. Mam..?” sambil kuperlihatkan kepalaku.
“Sini.. Wan..!” kata Mami sambil melambaikan tangannya dan film blue tadi masih terus berjalan.

Karena ingin melanjutkan nonton film tadi, lalu aku masuk kamar Mami dan Mami melanjutkan kata-katanya.
“Wan, sini.., duduk dekat Mami, Mami tahu kok kalau Iwan pingin nonton film itu kan..?” lanjut Mami sambil menunjuk TV.
“Sini.. Wan.. kamu sudah besar.. Sudah seharusnya kamu juga tahu.”
“Maaf ya Mam, saya telah mengganggu Mami,” kataku.
“Aaahh.. kamu ini,” kata Mami. “Sudahlah, duduk sini.. kita nonton sama-sama,” lanjut Mami sambil mencium pipiku.

Perasaanku menjadi tidak karu-karuan bercampur malu ketika pipiku dicium Mami, apalagi tercium bau minyak wangi yang dipakainya terasa harum menusuk hidungku, sehingga nafsuku makin menjadi-jadi. Setelah beberapa saat hanya diam saja dengan mata kami tetap tertuju ke arah TV, tiba-tiba aku dikejutkan dengan pertanyaan Mami.
“Waan, kamu.. tadi sudah lama ya.. nontonnya dari pintu..?”
“I.. ya Mam,” jawabku malu tanpa menengok Mami.
“Jadi.. Iwan.. tahu.. Mami.. lagi ngapain..?” tanya Mami lagi dan lagi-lagi hanya kujawab pendek dengan tanpa menoleh ke Mami.

“Waan..,” kembali Mami memanggilku, tapi kali ini suaranya terdengar agak lain.
Dan ketika kuberanikan menatap wajah Mami, kulihat kedua mata Mami agak berair.
“Waan, Iwan. Jangan sampai salah.. yaa, Mami sering nonton film seperti ini bersama Papamu, yaah.. Mami sangka Mami bisa mengembalikan kondisi Papamu kembali. Tapi.., sampai saat ini masih belum.”
“Lho.., memangnya Papa kenapa Maam..?” tanyaku karena betul-betul aku tidak mengerti apa yang dimaksud Mami.

“Aduuh.., Iwaan gimana sih menjelasinnya sama kamu..? Kok kamu sepertinya nggak ngerti sama sekali,” kata Mami.
“Betuul Mam..” jawabku, “Iwan betul-betul nggak ngerti.. kenapa sih dengan Papa..?” tanyaku kembali.
Lalu Mami menggeser duduknya mendekatiku sehingga sekarang Mami duduknya sudah menempel denganku, sehingga bau wangi Mami terasa sekali dan membuat penisku yang dari tadi sudah tegang karena lihat film menjadi lebih tegang lagi.

“Waan,” kata Mami perlahan, “Papamu sudah kira-kira enam bulan ini.., ininya.. (sambil tiba-tiba tangan kanannya meremas batang kemaluanku) nggak bisa bangun.”
“Aaahh.. Mami.” sahutku sambil berusaha melepaskan tangan Mami dari penisku, walaupun rasa penisku berdenyut enak, tapi aku berusaha melepas tangan Mami, karena malu dan apalagi selama ini belum pernah penisku dipegang oleh orang lain.
“Waan, Mami kan masih kepingin. Tapi.. yaahh.. karena punya Papamu nggak bisa bangun, jadi.. terpaksa Mami melakukan seperti yang Iwan lihat tadi.

“Maam, Mami kepingin apa sih.. dan tadi.. Iwan.. nggak lihat jelas.., Mami.. tadi ngapain sih..?” tanyaku lebih berani.
“Waan, Mami kan masih kepingin seperti yang di TV itu lho.. dan.. ini.. lho.. Waan,” sambil tangannya mengambil sesuatu dari bawah bantal dan diperlihatkan padaku.
Setelah kulihat, ternyata manian yang berbentuk penis. Oh.., rupanya itu yang tadi dimaju-mundurkan. Lalu kami berdiam sejenak dan kembali melihat TV yang adegannya semakin seru.

“Waan..,” tiba-tiba aku dikejutkan oleh panggilan Mami.
“Yaa.. Maam,” kujawab sambil menengok ke arah Mami.
“Waan, boleh.. Mami.. lihat punyamu..? Mami rasakan tadi kok.. punyamu.. besar betul dan.., keras lagi..?” lanjut Mami.
“Maam, jangan.. aahh.. Maam, Iwan.. maluu.., apalagi nanti ada orang lain yang.. lihat,” jawabku sekenanya.
“Lhoo.., kok sama.. Mami sendiri maluu..? Disini kan cuman kita berdua. Waan, boleh yaa.. Waan..?”
Dan tanpa menunggu jawabanku, bahuku didorong Mami hingga rebah di tempat tidur, dan Mami dengan cekatan membuka resleting celana pendekku dan menarik turun bersama CD sampai terlepas dari badanku.

“Aduuh.. Waan, besar betul punyamu ini,” komentar Mami sambil memegang batang kemaluanku dan memijatnya pelan.
Aku hanya memejamkan mataku sambil menikmati enaknya penisku yang sedang dipegang Mami.
“Waan.., Mami enakin seperti yang di TV.. yaa..?” kata Mami lagi, dan kudiamkan saja pertanyaan Mami sambil menunggu dan ingin tahu apa yang akan dilakukan Mami.
Tiba-tiba.., “Huub..,” penisku yang berdiri tegak itu telah masuk semuanya ke dalam mulut Mami dan sangat terasa sekali ketika Mami mulai menghisap dan mengocok maju mundur dengan mulutnya.
“Maam.. Maam.. eenaak.. Maam.. eenaak.. Maam..,” tidak terasa aku berkomentar seperti itu karena merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Dari mulut Mami yang tersumpal dengan batang kemaluanku hanya terdengar bunyi, “Hhhmm.. hhm.. hhmm..,” sambil tangannya mempermainkan kedua biji kemaluanku.

Batang kemaluanku terasa seperti tersedot-sedot, dan kadang terasa lidah Mami mengenai kepala penisku dan menambah keenakan yang pertama kali kualami, dan secara tidak sadar kepala dan rambut Mami kuremas-remas dengan kedua tanganku sambil sesekali kutekan kepalanya, sehingga seluruh batang kemaluanku terasa masuk semua ke dalam mulut Mami.

Beberapa menit kemudian, Mami melepaskan batang kemaluanku dari mulutnya, dan datang menghampiriku sambil mencium pipiku dan berbisik di dekat telingaku.
“Waan, enaak.. Waan..?”
Karena memang aku menjadi keenakan, dan apalagi ini menjadi pengalaman pertamaku, kujawab dengan jujur.
“Iyaa.. Maam.., enaak sekali rasanya.”
Lalu kudengar Mami berbisik lagi, “Iwaan.., sekarang.. Iwan mau kan tolongin Mami..?”
Karena aku benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksudkan Mami, langsung saja kutanyakan, “Maam, tolongin.. apaan..?”
“Aduh.. Waan,” kata Mami lagi seperti keheranan.
“Itu.. lho Waan.. tolong ciuum tetek Mami seperti yang Iwan lihat di TV itu..!” kata Mami sambil melepaskan dasternya sambil terus tiduran.
Sekarang baru kulihat dari dekat payudara Mami yang sangat putih dengan kepala susunya yang kecoklatan. Karena nafsuku sudah meninggi dan ingin segera mencoba apa yang kulihat di TV tadi, tanpa menjawab kata-kata Mami, langsung saja aku bangun dan mendekati payudara Mami. Pertama kucium payudara Mami kanan-kiri dengan kepalaku agak kutekan, lalu seperti yang kulihat tadi di TV, kujilati payudaranya dan sesekali kusedot puting susu Mami yang kecoklatan itu, dan mungkin karena keenakan, kudengar Mami berguman.
“Iwaan.. Waan teruss.. Waan.. enaak.. teruus.. Waan..!” sambil kedua tangannya meremas-remas rambutku.

Mendengar kata-kata Mami itu, nafsuku semakin meninggi dan berusaha mencoba membuat Mami lebih enak, apalagi kuingat bahwa Mami sudah enam bulan ini tidak pernah mendapatkannya dari Papa. Sedotan dan jilatanku di sekitar payudara Mami lebih kupergiat, apalagi sekarang tangan kanan bukan lagi meremas rambutku, tetapi sudah meremas dan mengocok batang kemaluanku. Sambil berguman, “Enaak.., Waan.. enaak. Teruuss Waan..!” dan kembali kedua tangan Mami meremas rambutku lebih kuat lagi.

Setelah beberapa saat, terasa remasan-remasan tangan Mami di kepalaku itu seperti diikuti dengan dorongan agar kepalaku turun ke bawah. Walaupun tanpa kata-kata dan masih ingat dengan adegan TV yang aku sempat tonton tadi, aku menjadi yakin kalau sekarang Mami menyuruhku untuk pindah dan mencium bagian vaginanya. Tanpa menunggu dorongan Mami lagi, kuturunkan badanku pelan-pelan sambil kujilati bagian badan Mami mulai dari perut, terus ke pusar dan terus turun ke bagian bawah pusar Mami, dan sekarang sudah sampai di kemaluan Mami yang masih tertutup dengan CD-nya. Tercium bau kemaluan Mami yang membuatku semakin bernafsu.

“Waan..,” kudengar panggilan Mami dengan kedua tangannya masih tetap meremas-remas rambutku.
“Too.. loong.. buu.. kaa celananya Waan..!” katanya lanjut.
Tanpa menunggu lebih lama, dan karena aku ingin melihat bentuk aslinya vagina itu seperti bagaimana, pelan-pelan kutarik turun celana dalam Mami. Ketika aku kesulitan menarik turun lebih lanjut karena terdindih pantat Mami, Mami mengangkat pantatnya sedikit, dan dengan mudah CD-nya kulepas.

Kulihat di hadapanku, vagina Mami yang sekelilingnya ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang halus. Tanpa ada yang menyuruh, lalu kucium dan kujilati di bagian belahan vagina Mami sambil mempraktekkan seperti apa yang kulihat di film tadi, sedangkan Mami segera menggerakkan pantatnya, dan kepalaku kembali diremas-remas dan ditekannya. Ketika aku coba menjulurkan lidahku menusuk belahan kemaluan Mami, terasa lidahku terkena cairan dari dalam vagina Mami yang agak asin, sedangkan kedua kaki Mami secara perlahan-lahan direnggangkan.

Karena tidak sabar, kubantu membuka kedua kaki Mami sehingga sekarang kakinya terbuka lebar, dan aku berada di tengah. Dan karena aku ingin tahu lebih jauh tentang vagina, apalagi baru kali ini kulihat dari jarak sangat dekat, maka kugunakan kedua tanganku untuk membuka belahan kemaluan Mami. Kulihat dengan jelas di bagian atas ada seperti daging menonjol berbentuk seperti kerucut dan ada lubang kecil, dalam pikiranku mungkin ini yang disebut orang klitoris. Sedangkan di bagian dalam vagina Mami, semuanya berwarna kemerahan dan basah oleh cairan. Agak ke bawah lagi terlihat ada bagian yang berlubang sebesar jari kelingking. cerita sex

 


Aku Jadi Simpanan Tante Erni

6483251720364770468.jpg

cerita dewasa Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya tante Erni ( biasa Aku panggil dia begitu ) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin Aku bergetar.

Tante Erni ini tinggal dekat rumah aku, hanya beda 5 rumah lah, nah tante Erni ini cukup deket sama keluarga Aku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumah Aku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah tante Erni ini lah yang bikin Aku cepet gede ( maklum lah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepat
).

Biasanya tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atahu kadang-kadang celana pendek yang bikin Aku ser…ser…ser…Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang tv dan biasa juga Aku pura-pura nonton tv saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengsaja atahu engenggak Aku juga enggak tahu yah.

Dia sering kalau duduk itu tuh ngangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser..ser lagi deh hmmm. Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengsaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih Aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur.

Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan ( wuih Aku suka banget nih ). pernah Aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya.

Nah dari situ Aku sudah mulai suka sama tuh tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh tante.Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa.

Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan mami Aku ngsajak Aku pasti tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.

Ternyata mereka cerita hantu ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem pas waktu itu tante Erni mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke wc sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman. Lalu tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke wc, yah Aku sih mau saja.

Pergilah Aku ke dalam villa sama tante Erni , sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar wc eh malah tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut
“Lex temenin tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup tante takut nih ” kata tante Erni sambil mulai jongkok.

Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga ” serrr..rr..serr.psstt” kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat tante Erni kencing dalem hati Aku kalau saja tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmmmm. sampai-sampai Aku bengong ngliat tante Erni.

“Heh kenapa kamu lex kok diam gitu awas nanti ke sambet” kata tante Erni
“Ah enggak apa-apa tante ” jawabku
“Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihat nya ke bawah terus sih ” tanya tante Erni.

” Enggak kok tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek? ” tanyaku.

Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama cdnya
“Kamu mau liat lex? nih tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti tante enggak enak sama mama kau ” kata tante Erni

Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg deg an sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya vagina. Tante Erni membiarkan Aku memegang-megang vaginanya

“Sudah yah lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain kirain kita ngapain lagi ”
“Iyah tante ” jawab ku, Lalu tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kita gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.

Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badan ku enggak enak

” Lex kamu enggak ikut? ” tanya mamiku,” Enggak yah mam aku enggak enak badn nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah mah ” kataku ” Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi ” kata mami

” Erni kamu maukan tolong jagain si alex nih yah nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin ” kata mami pada tante Erni ” Iya deh kak aku jagain si alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah aku mau bawa itu buat pulang besok ” kata tante Erni.

Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan tante Erni berdua saja di villa , tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu

” Kamu sakit apa sih lex? kok lemes gitu? ” tanya tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatanNya
” Enggak tahu nih tante kepala ku jug pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa ” kataku.

Tante Erni begitu perhatian padaku maklumlah di usia perkimpoiannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.

” Kepala yang mana lex atas apa yang bawah?” kelakar tante Erni padaku.
Aku pun bingung ” Memangya kepala yang bawah ada tante? kan kepala kita hanya satu jawabku polos, Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman ” kata tante Erni sambil memegang si kecilku

” Ah tante bisa saja ” kataku ” Eh jangan2 kamu sakit gara-gara semalam yah ” aku hanya diam saja.

Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, ku bilang

” Tante enggak usah deh tante biar alex saja yang lap, kan malu sama tante ”
” Enggak apa-apa tanggung kok ” kata tante Erni sambil menurunkan celanaku dan cd ku.

Di lapnya si kecil ku dengan hati-hati , aku hanya diam saja
” Lex mau enggak pusingnya Hilang? Biar tante obatin yah ”
” Pakai apa tan, aku enggak tahu obatnya ” kataku polos
” Iyah kamu tenang saja yah ” kata tante Erni

Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali ini merasakan yang seperti ini

” Achh…cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan cd tapi tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing

” Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih” kataku
” Sudah kencingnya di mulut tante saja yah enggak apa-apa kok ” kata tante Erni ,

Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut tante Erni karena tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya
” Hhgggg….achhh.. tante aku mau kencing nih bener ” kataku sambil meremas vagina tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.

Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badan ku pun mengejang keras
” Croott….ser.err.srett ” muncratlah air mani ku dalam mulut tante Erni, tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana tante Erni lembab dan agak basah

” Enakkan lex pusingnya pasti hilangkan ” kata tante Erni
” Tapi tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama tante nih soalnya tante….”
” Sudah enggak apa-apa kok, oh iya sperma kamu kok kental banget wangi lagi, kamu enggak pernah onani lex? ”
” Enggak tante ”

Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina tante Erni
” Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih ” Aku jadi salah tingkah

” Sudah enggak apa-apa kok tante ngerti “katanya padaku
” Tante boleh enggak alex megang itu tante lagi ” pintaku pada tante Erni
Tante Erni pun melepas kan celana pendek nya, kulihat celana dalam tante Erni basah entah kenapa

” Tante kencing yah? ” tanya ku
” Enggak ini namanya tante nafsu lex sampai-sampai celana dalam tante basah ” dilepaskannya pula celana dalam tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku.

Lalu tante Erni duduk di sampingku”, Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah tante lap ” katanya, Akupun mulai memegang vagina tante Erni dengan tangan yang Agak gemetar, tante Erni hanya ketawa kecil

” Lex kenapa? biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih ” kata tante Erni
Dia mulai memegang penisku lagi ” Lex tante mau itu nih ”

” Mau apa tante ”
” Itu tuh ” aku bingung atas permintaan tante Erni
” Hmm itu tuh punya kamu di masukin ke dalam itunya tante kamu mau kan?”
” Tapi alex enggak bisa tante caranya ”
” Sudah kamu diam saja biar tante yang sajarin kamu yah ” kata tante Erni padaku.

Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina tante Erni yang di tumbuhi bulu halus
” Lex jilatin donk punya tante yah ” katanya
” Tante alex enggak bisa nanti muntah lagi ”

” coba saja lex ” Tante pun langsung mengambil posisi 69 aku di bawah, tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang tante Erni pun mulai mengulum penisku
” Achhhh ….. hgghhhghhh. tante ”

Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina tante Erni seperti wangi daun pandan ( asli Aku juga bingung kok bisa gitu yah ) aku mulai menjilati vagina tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see tante Erni dan juga melepaskan kaitan bh nya , kini kami sama-sama telanjang bulat ,

Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu

” Kamu tahu enggak mandi kucing lex ” kata tante Erni.
Aku hanya menggelengkan kepala dan tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat , ciumannya berlanjut sampai ke putingku dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.

Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun di jilatinya sampai aku merasakan anusku masuk keluar.

Kulihat payudara tante Erni mengeras, tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku di kulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina tante Erni, langsung tante Erni ku baringkan dan aku bangun langsung ku jilati vagina tante Erni seperti mnjilati es krim

” Achhh….uhh.hhghh.acch lex enak banget terus lex, yang itu isep jilatin lex ” kata tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya , banyak sekali lendir yang keluar dari vagina tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku
” Lex masukin donk tante enggak tahan nih ”
” Tante gimana caranya? ”

Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok diatas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan tante Erni pun mengejang hebat

” Lex tante mau keluar nih eghhhh….huhh achh ” kata tante Erni
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak.

Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya
” Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang yah ” pinta tante Erni padaku
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi
” Achh … tante enak banget achhhh,….gfggfgfg..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi

” Tante alex kayanya mau kencing niih ”
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang nikmatnya.

Kamipun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan tante Erni yang hebat.

Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya permintaan tante Erni, tepat jam 4:30 kami menenggakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.

” Lex kamu sudah baikan? ” tanya mami ku
” Sudah mam , aku sudah seger n fit nih ” kataku
” Kamu kasih makan apa Ni, si alex sampai-sampai langsung sEhat ” tanya mami sama tante Erni
” Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus ku kasih saja panadol ” kata tante Erni
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobilpun aku duduk disamping tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyupir ditemani ibu herman di depan.

Didalam mobilpun aku masih curi-curi memegang barangnya tante Erni.

Sampai sekarangpun aku masih suka melakukannya dengan tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali.

Kini tante Ernipun sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami tante Erni ternyata ejekulasi dini. Kinipun aku bingung akan anak itu. Yah begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan tante Erni yang nasibnya sama seperti tante Erni mempunyai suami yang ejekulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda. cerita dewasa


Gara Gara Buku Porno

6483251117729436160.jpg

cerita dewasa Waktu itu gue masih SMA kelas satu, kebetulan gue punya tetangga cewek yang sekolahnya di SMEA dekat sekolah gue Dia itu 1 tahun diatas umur gue. Orangnya putih, mulus rada bongsor, toket’nya lumayan gede, pinggulnya sedeng, pantat-nya rada nonggeng. Sewaktu gue abis pulang sekolah gue liat dia lagi santai-santai didepan rumahnya, Gue samperin dia trus gue bilang : ” da..!(namanya Farida) gue punya buku bagus, elo mau liat enggak?” dianya tanya lagi ke gue :” Buku bagus apa’an Ga?” “Pokoknya asyik dah, kalo elo baca kagak bakalan nyesel, yakin dah” jawab gue. “Gue pinjem dooong “, “Kalo mau liat bareng sini ama gue..” gue tantangin, eh tau’nya dia bangun trus nyamperin gue.

Gue yang kebetulan emang udah lama cari kesempatan buat megang-megang toket’nya.
Pas dia samperin gue bilang lagi ama dia :” ‘Elo mau liat, tapi elo jangan
bilang-bilang ama siapa-siapa yah..” ” Iya deh…” udah gitu gue ajak dia ke
rumah tetangga gue yang kebetulan lagi kosong, emang biasanya gue suka nongkrong
di rumah itu. Pas nyampe di halaman rumah tetangga gue itu gue ajak dia ke teras
depannya. Terasnya rada adem karena banyak pohon-pohon dan lagi kagak terlalu
keliatan dari jalan. Terasnya kagak punya bagku, jadi gue ama dia duduk di
lantainya. Trus gua kasih unjuk buku yang gua maksud, Buku ” Penthouse” Dia
sempet kaget!. kagak nyangka… ” Sini deketan lagi kalo mau lebih jelas” gue
bilang ke dia. Mungkin karena penasaran juga dia ngerapetin duduknya dekat gue.

Gue buka gambar-gambarnya, eh dia tambah mau liat lagi. Udah gitu gue pegang
tangannya sambil gue remes-remes jarinya, sementara tangan gue satu’nya lagi
buka gambar lainnya. Dia keliatannya rada ‘konak’ juga. Kepalanya sampe nempel
ke kepala gue sampe-sampe gue bisa cium wangi rambutnya. Tangan gue lama-lama
ngusap ke atas tangannya sampe ke bahunya, trus ke punggungnya, gue lama juga
ngusapnya. Pas waktu itu ada gambar orang cewek lagi ngisep ‘barang’ cowok. Gue
sempet bilang ama dia : ” Elo pengen enggak ngerasain kayak gitu?”, Dianya diem
aja, tapi gue tau dia juga lagi kontrol nafsunya (napasnya kayak berat gitu).
Tau-tau tangan gue udah nyampe dan nyelusup lewat tangan t-shirtnya yang
longgar, remes-remes toket’nya (dia masih pake beha). ‘Pentil’nya udah tegang.
Barang gue sendiri juga udah tegang bisa keliatan dari celana seragam SMA gue.
Gue ciumin pipinya yang mulus, terus ke bibirnya. Rupanya dia juga udah enggak
sabaran saat itu. Kita ciuman lama juga, lidah gue main-main sampe ke
langit-langit mulutnya eh.. dia tambah enggak bisa kontrol. Gue lepas ciumannya
sambil tanggan gue ngelepasin behanya dari belakang, nah sekarang dia enggak
pake beha lagi!. Gue angkat bagian depan t-shit nya gue kulum tete’ kirinya,
sementara tangan kanan gue maenin tete’ satunya lagi. Sambil gitu gue dorong dia
supaya dia bisa tidur telentang biar gue gampang ngisep pentil’nya. Berapa kali
dia ngelenguh tanda dia juga suka. Gue udah enggak tau bukunya udah ada dimana
deh..! Tete’nya gue jilatin terus turun sampe ke perutnya yang putih banget (gue
belum pernah liat perut putih, waktu itu), Dia pake celana pendek jeans
sementara tangan kanan gue udah sampe ke retsluiting jeans siap-siap mau turunin
celananya. Dia dorong kepala gua lebih kebawah lagi, sekarang kepala gue udah
ada didepan selangkangannya tapi masih ada celana dalamnya, jeansnya udah turun
sampe ke dengkul. Gue tetap jilatin perutnya, tangan gue dua-duanya melorotin
celana dalamnya. Uiiih…. Gue baru liat yang namanya memek’ tuch kayak gitu.
Dia kayaknya juga makin enggak bisa kontrol ‘konak’nya. Dia makin sesepin kepala
gue ke barangnya. dia bilang : ” Sggh….Ga… gue udah nggak tahan nih.” tapi
gue masih bisa kontrol lidah gue untuk jilatin barangnya (jembutnya sedikit dan
rada bule’). Gue lebarin pahanya pake tangan gue terus gue isep kelentit’nya.
Barangnya udah basah banget, gue colok pake jari tengah ehh …. masih rapet
loh.!! Gue sempet nanya :” Da… elo masih perawan yah …?”, dia enggak jawab
tapi tangannya pegang tangan gue dan supaya jari tangan gue bisa masuk lebih
dalam lagi. Jari gue sekarang keluar masuk memek’nya dan tambah banjir tuh
memeknya. Dia masih pake t-shirt tapi bagian bawahnya udah total telanjang.
Kira-kira 2 menit gue gitu’in dia kayaknya dia udah mau klimaks :” Uuuuhhh …
Ga saya mau keluar ga……”. sambil ngomong gitu dia jepit jari gue sama
paha’nya. ternyata dia udah sampe, dan jari gue masih didalam memeknya ngerasa
kayak di pijit-pijit. Gue perhatiin mukanya, kayaknya dia rada malu ama gue,
tapi juga puuaass….. Gue bangunin dia terus gue bilang : ” Kamu mau enggak
mainin titit gue?”, dia enggak banyak omong langsung tangannya buka retsluiting
celana gue, dia dorong badan gue supaya telentang dan dia tarik celana seragam
gue sampe ke paha, terus di pelorotin celana dalam gue. barang gue dikeluarin,
terus dia usap-usap pake tangannya, Gue baru setengah ngaceng, dia bilang : ”
Kok kamu punya kecil sih Ga..?”, gue bilang : ” Gue masih belum lagi ngaceng Da
…, kocok dulu dong …”. Gue liat tangannya mulai ngocok kontol gue makin lama
makin gede. Tiba-tiba kepalanya maju sampe dekat kontol gue. Ehhh … mulutnya
udah nganga dan udah mulai ngisep pala kontol gue. Gue baru pernah ngerasain
kontol gue diisep, mulutnya nelen separoh batang gue, dia terus pompa sambil air
liurnya di keluarin. Tangan kanannya tetap megang batang gue dan tangan satunya
lagi pegang barangnya sendiri. Enggak lama di situ gue bilang ama dia :” Da ….
elo mau gue masukin yah…?” — ” Sakit enggak sih?” tanyanya lagi, gue jawab :
” Gue enggak tau … abis gue sendiri belum pernah sih!”. Dia langsung stop
ngisep dan berbaring telentang dan pantatnya ditatakin majalah, sambil buka
paha’nya lebar-lebar. Gue sempet lihat memeknya merah muda udah basah, Gue
setengah berdiri, badan gue nindihin badannya. Tangannya megang kontol gue yang
ngaceng 100 %. Dia bimbing kontol gue untuk bisa masuk ke memeknya. Pas… udah
mau masuk kira-kira sekepala kontol, gue cabut lagi dia kayaknya enggak tahan,
dia tarik pinggang gue, ” Ga …. jangan dilepas donng, gue enggak
tahan…sggh.”.Batang gue udah masuk 1/4 ke barangnya yang masih sempit tapi
licin Gue cabut lagi, dia tarik lagi pinggang gue, sekarang ini udah 3/4 batang
tenggelam ke memeknya. ” Uuuugggh… Dalam banget Ga…” — ” Belum semuanya
Da… masih ada sisanya … teken lagi yah….uughh” gue juga udah enggak tahan
untuk enggak masukin semuanya.

 

Begitu semuanya masuk gue sempet denger kayak ada
suara robek. Prrreeek…gitu. Dia sempet ngejerit kecil , ” Ooouggghh … Riga
barang kamu enak banget deeehh.”. Gue udah mulai kocok dia keluar-masuk me-
meknya yang sempit. Gue enggak sempet itung berapa kali gue pompa dia. Lidah gue
main-main sama lidahnya dia. Gue ngerasa enggak lama lagi gue mau keluar, gue
bilang : ” Aduuuh.. Da.. saya udah mau keluar nih…” — ” Ouuggh Ga ….
jangan dilepas ga… saya juga udah mau nyampe lagi..ssgghhhh”. ” Daaaa, enggak
tahan….saya buang di dalam aja yah..”— ” Iyaah … asal enggak dicabut ajaa”
Enggak lama keluar deh sperma gue. sreet…srettt….sretttt. sambil gue teken
biar lebih dalam ke memeknya. Berbarengan waktunya dia juga klimaks ”
ooouuuughhh….Gaaa saya juga keluar Ga…..”. Saat itu gue ngerasa batang
kontok gue kayak di senut-senut didalam memeknya. ” Riga… sperma kamu kok
anget sih ngalir di barang saya”. Gue cuma nyengir aja dia bilang begitu.
Sehabis begituan gue cabut kontol gue dari memeknya, dan gue perhatiin ada
darrah yang ngalir sedikit dari memknya, jatuh ba- sahin majalah yang dijadikan
tatakan. ternyata itu adalah darah perawan Farida. Gue sempet nge-lap barang gue
pake celana dalam dia sebelum gue pake celana lagi, Dia keliatannya puas betul.
dia bilang :” Riga.. ternyata ngewe itu enak ya …, gue enggak nyesel deh
diperawanin ama elo, abis elo pinter sih muasin gue..”. Sehabis kejadian itu
gue makin sering ngewe ama dia sampe dia pindah rumah kira-kira 2 tahun setelah
kejadian pertamanya. Untungnya lagi biar gue keluarin sperma didalam, dia tuh
enggak pernah hamil, gue sempet tanya kenapa sih dia enggak pernah hamil meski
juga sering maen ama gue, ternyata jawabnya kalo dia milih hari-hari tidak subur
kalo mau maen. cerita dewasa


Fabinho Frustrasi Gagal Pindah dari Monaco

6483250692309157768.jpg

sportdetik Gelandang serbabisa Fabinho mengaku frustrasi usai gagal merampungkan kepindahan dirinya dari AS Monaco pada bursa transfer musim panas kemarin.

Usai tampil brilian dengan membawa Monaco juara Ligue 1 musim lalu, Fabinho menjadi incaran sejumlah klub raksasa Eropa, mulai dari PSG hingga Manchester United.

Namun alih-alih mengikuti jejak beberapa pemain kunci Monaco yang pindah, Fabinho akhirnya justru bertahan meski sejatinya ia ingin hengkang.

"Jendela transfer kemarin adalah masa yang sulit karena saya tak yakin bakal bertahan. Saya lebih condong ke hengkang dibanding bertahan," ungkap Fabinho kepada Nice Matin.

"Bermain dalam kondisi seperti tak bagus. Pikiran saya ada di tempat lain. Akibatnya, saya tak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal saya," lanjutnya.

"Saya tak mencoba untuk memberikan kesan buruk, saya tak pernah bisa melakukannya. Saya frustrasi di akhir jendela transfer tapi saya sudah membuka halaman baru," tambahnya. sportdetik

Tak seperti musim lalu, Monaco yang ditinggal sejumlah pemain vital mereka cukup kesulitan di musim ini, baik di ajang Ligue 1 maupun Liga Champions.