1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

idebisnisoke

idebisnisoke   , 20

from Saint Thomas

Statistics

Mengenai Cerita Pengkodifikasian Al-Quran

Banyak dari kita tidak mengetahui bahwa Al-Quran dulu tidak berbentuk kodifikasi seperti ketika ini. Al-Quran dahulu yaitu wahyu yang diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran dapat terkodifikasikan seperti yang kita ketahui sekarang. Pengkodifikasian tersebut bermula pada saat perang Yamanah.

Dalam perang tersebut banyak prajurit terbunuh terpenting dari kalangan penghafal Al-Quran. Mengamati kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Via pro kontra dengan Abu Bakar yang ketika itu menjadi khalifah walhasil diambil keputusan bahwa ide Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Kerja pengkodifikasian tersebut juga berlangsung cukup lama yakni sekitar satu tahun. Dalam menjalankan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk melakukannya. Agar ini bukan tanpa alasan sebab Zaid adalah orang yang menulis di hadapan Rasulullah ketika beliau mendapatkan wahyu.

Kecuali pengkodifikasian bisa dilaksanakan dengan bagus dan tanpa melewatkan apa malah maka dilakukanlah dua metode sekaligus dalam dinamika penulisan Al-Quran. Pertama ia memakai metode menggunakan wahyu yang pernah ditulisnya dahulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Selain metode tersebut Zaid mengaplikasikan metode dengan sistem mencatat hafalan Al-Quran dari para teman. Supaya tersebut dilaksanakan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Kecuali itu dengan kedua metode tadi diharapkan bisa menemukan potongan wahyu yang hilang atau sebagainya.

Maka pengkodifikasian tersebut murah internet akhirnya diserahkan kepada Abu Bakar dan berikutnya sesudah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Memperhatikan hal tersebut tentu saja kita sepatutnya berterimakasih terhadap Umar bin Khattab sebab jikalau bukan sebab inisiatifnya kita tidak mungkin mengetahui Al-Quran yang kita ketahui dikala ini.

Perjuangannya untuk mengerjakan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang sesuai untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita wajib mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Kecuali itu kita juga sepatutnya berterima kasih karenanya bayangkan saja jika Al-Quran tak dikodifikasikan tentu saja jika akan sangat kesulitan dikala mau membacanya.