1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

pakargayah165

pakargayah165   , 45

from Las Vegas

Statistics

Teknik Gampang Menghadapi Wawancara Kerja

Mencari kerja, gampang-gampang sulit. Tersedia yang bilang rejeki orang itu beda-beda untuk memperoleh tingkatan yang diidam-idamkan. Pada dasarnya ada beberapa tips untuk kita merencah wawancara kerja, seperti berikut:

1. Pastikan bahwa Anda mengajak untuk posisi dengan sesuai dengan putar belit.

Banyak orang yang walhasil kalap melamar lowongan kerja apa saja asal dapat kerja. Akan tetapi akhirnya berakhir secara lamaran ditolak. Gak jarang saya mewujudkan pelamar fresh graduate untuk posisi manager. Bahkan ada yang posisi manager superior. Mereka tidak khilaf menempatkan cita-cita sejajar langit. Namun itu mengacuhkan syarat-syarat yang dicantumkan pada iklan lowongan kerja. Jadinya, tentu saja mereka bukan mendapat panggilan secara diharapkan. Pada kira-kira perusahaan memang terdapat yang membuka lowongan untuk fresh graduate sebagai Manager in Trainee. Artinya secara bersangkutan dilatih menjadi Manager, namun belum menjadi manager. Tip yang ditawarkan siap diatas rata-rata fresh graduate lain, & tentu saja ada syarat yang berlaku didalamnya. Bukan berarti praja yang baru valid tidak mampu sebagai manager, ada hal-hal yang hanya sanggup diperoleh melalui kepandaian. Experience always talking.

2. Pelajari perusahaan yang dilamar

Interior hal ini saat saat kita mengajak, ada baiknya kita tau seluk beluk perusahaan secara kita lamar. Hal ini berguna asalkan pada saat wawancara kita ditanya seberapa tahu kita hendak perusahaan tersebut. Tapi juga jangan kita mengaku tahu namun sebenarnya tidak terbuka. Jika tidak tau, jawab saja bukan tahu agar tak terjebak dengan teka-teki berikutnya dari pewawancara. Di sisi lain apabila kita terbuka mengenai perusahaan tersebut sebelum wawancara, oleh karena itu akan menimbulkan pemahaman tersendiri bagi pewawancara. Tidak ada salahnya saja kita mempelajari kongsi yang kita lamar, karena dengan demikian kita bisa serius dengan pilihan kerja yang ditawarkan. Sekarang semua bisa dicari di Mbah Om google; ).

3. Non tampak minder atau terlalu percaya diri.

Akur! Bagaimana mungkin seseorang akan diterima apabila ia sendiri tidak yakin akan kompetensi dirinya. Sebaliknya pandangan diri yang kelewatan juga akan membangkitkan kesan yang tenang nyaman bagi pewawancara. Perasaan minder berdasar pada tidak sadar dengan tampak dari tokoh. Bagi pewawancara yang terbiasa berhadapan beserta pelamar, ia hendak cukup mampu mengambil kesan tersebut. Kesan percaya diri akan diawali dari saat mula-mula pelamar masuk ruangan, cara berjabat tangan dan menatap emas tempawan pewawancara. Perasaan minder juga cenderung mengundang seseorang akan bercakap dengan tidak pantas. Di lain faksi orang yang terlalu percaya diri cenderung molek seolah-olah si pewawancara tidak tahu apa-apa, atau bahkan bisa jadi cenderung memandang remeh pewawancara. Hati-hati, takut-takut malah nantinya member akan berada di bawah supervisi si pewawancara.

4. Hargai diri Anda

6118882858899710898.jpg

Menyanjung-nyanjung diri Anda meski sebatas menentukan ongkos yang Anda harapkan. Akan tetapi juga tampak mulai cara Anda berpakaian atau berdandan saat wawancara. Tidak mesti menggunakan parfum kelewatan, karena siapa tahu sekiranya si pewawancara alergi parfum. Acara siap gatot, alias gagal total. Hal dengan biasanya diperhatikan adalah rapi atau tidak, bersih atau gak, dan pantas ataupun tidak. Nilai sopan santun ini tentu saja disesuaikan dengan posisi secara kita lamar dan latar belakang perusahaan. Misalnya celana jeans. Pewawancara akan lebih order seorang pelamar hidup dengan mengenakan serawal jeans untuk semisal posisi creative, dari posisi finance. Masih sering ditemui siap pelamar yang karena melamar di status entry level, dan kemudian datang dengan mempergunakan sandal.