1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

pinbisnisfit

pinbisnisfit   , 25

from Hormigueros

Statistics

Masalah Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Di dunia maia Chairul Tanjung banyak menjadi perbincangan publik. Terutama berawal dari novel biografinya yang bertajuk buah hati singkong yang segera melejit di pasaran. Nama Chairul Tanjung kemudian banyak menjadi sorotan di sana-sini. Malahan namanya tak cuma membumbung di Indonesia, namun juga di kelas internasional. Berawal dari kisah hidup seorang si kecil yang lahir dari keluarga sederhana, yakni pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan ibunya Halimah, Chairul Tanjung melejit menjadi salah satu nama yang tercantum dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.

Siapa sangka di dunia maya Chairul Tanjung bahkan disebut menduduki peringkat ke 7 orang terkaya di Indonesia. Ayah dari seorang Chairul Tanjung sendiri yakni seorang wartawan yang menerbitkan surat isu pada zaman orde lama. Penghasilan yang diperoleh tak seberapa untuk hidup sehari-hari. Meski ibunya sendiri adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang hidup dengan mengandalkan penghasilan suami.

Chairul Tanjung sendiri adalah keturunan dari Sumatera Utara dan Jawa Barat. Ayahnya yang yaitu orang orisinil dari Sibolga Sumatera Utara meskipun ibunya merupakan orang kelahiran Cibadak Jawa Barat. Dengan penghasilan sekedarnya, ayah dan ibu Chairul Tanjung sepatutnya sanggup menghidupi keenam si kecilnya.

6596906217329365168.jpg

Situasi kian memburuk ketika hasilnya pada masa orde baru ayahnya memiliki pandangan politik yang berseberangan, sehingga usahanya dalam bidang pers terpaksa patut tutup. Dalam kondisi jatuh seperti ini, alhasil kedua orang tua Chairul Tanjung terpaksa harus melepas rumahnya dengan menjualnya demi menyambung hidup. Gantinya, sebagai daerah berlindung, mereka sekeluarga sepatutnya cukup puas cuma dengan menyewa losmen yang amat sempit.

Di dunia maia Chairul Tanjung dahulu dan sekarang dikenal sebagai maia chairul tanjung seorang si kecil yang cerdas. Dia mampu merampungkan pendidikan SMA nya di SMA Negeri 1 Jakarta di tahun 1981. Pada ketika dia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Indonesia, Chairul Tanjung mulai melaksanakan bisnisnya. Maka tak heran sekiranya kemudian di dunia maya Chairul Tanjung sekarang dikenal sebagai pengusaha yang berhasil di beraneka bidang dan membawahi sebagian perusahaan besar di Indonesia.