1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

probisniso618

probisniso618   , 31

from Lansford

Statistics

Cara Meringkas Berita Bagi Jurnalis Pemula

Untuk yang tengah ini menyebrangi kesulitan menurun berita, tidak cukup hanya memahani 5 W + 1 H dan piramida terbalik. Pelajaran menulis terus menurus merupakan cara lurus untuk merangsangkan kualitas vokal.

Tidak tau teknik menoreh berita pada baik, dan tidak menyebarkan bagaimana cara mencari berita yang layak-tulis. Masalah berikut saya pikir terjadi yang semua lingkungan di Nusantara, banyak koran mengalaminya. Makin jumlah prasarana cetak mulai banyak sementara orang yang terlalu terpanggil sebagai wartawan sangatlah sedikit.

Dalam bawah ini saya bagikan beberapa tips jurnalistik daripada pengalaman saya selama 15 tahun lebih menulis berita di tebaran dan website - website Internet. Waktu ini untuk level reporter pembimbing, dan setelah di kesempatan lain aku akan menulis tips & teknik jurnalistik untuk level redaktur sebaiknya tidak “ditokoh-tokohi” reporter.

6390641955582158168.jpg

Tips jurnalistik rendah bagi pewarta pemula: sungguh menulis tuturan yang cantik untuk tebaran

#1: Menyalut dengan meyakinkan.

Fakta tidak boleh dipelintir. Opini serta penafsiran pantas ditulis pada alinea yang berbeda. Mahir tidak bebas, tapi kudu independen.

Berbohong dalam pemberitahuan adalah nama buruk terberat pewarta. Jika jumlah aktivis LSM yang mendemo bupati hanya puluhan manusia, jangan tulis ratusan / ribuan sosok. Berita bongak seperti ini sangat sering ada di koran-koran daerah, terutama menyangkut keterangan pilkada.

#2: Tanda Menuturkan koma & pola piramida terbalik.

http://www.builders.org.uk/resources/nfb/000/304/503/News-handing.gif

Berhati-hatilah menggunakan tempat baca koma. Bila khilaf penempatan, maka redaktur yang kantor redaksi bisa cela memahami pesan anda. “Amir memukul, Budi berita unik terbaru ditangkap polisi” (yang menghajar ialah si Amir, kok malah Pendirian yang ditangkap) adalah bertentangan maknanya secara “Amir menampar Budi, ditangkap polisi” (ini benar, yang ditangkap ialah Amir).

#3: Catat beserta detail. Dengarkan dengan telaten. Rekam, non andalkan edan.

Saya kerap melihat pewarta koran yang baru kaum tahun hidup melakukan wawancara atau warta berita pada lapangan dengan tidak menoreh sama sekali! Manusia dengan sutradara super! Bahkan hanya hidup di warung kopi dengan ruang seratusan meter dari mandala demo ataupun acara upacara yang dengan jadi wujud beritanya. Namun demikian sepulang meliput, dia dapat dengan bebas menulis petunjuk di komputer pangku warnet, tanpa takut sedikit pun lalu kemungkinan ada data & fakta yang salah-tulis.

#4: Tulis di dalam kalimat yang jelas, setia, dan membayang.

Redaktur tebaran harian akan membiarkan naskah berita responden yang ditulis dengan kata2x yang menggugupkan, karena dia dikejar waktu menyelesaikan halamannya. Kalau engkau menulis pemberitahuan kriminal mengenai mencuri, maka sebutkan sejelas-jelasnya SIAPA yang mencuri, SAPA yang jadi korban, serta APA yang dicuri. Non anda malah asyik menoreh BAGAIMANA pencurian itu tercipta, atau permintaan kapolsek agar warga melakukan ronda silam.

#5: Isi pada pokok berita. Tan- melebar ke sana-sini.

Semenjak meliput dan wawancara di lapangan, wartawati koran sudah harus mengetahui apa pokok atau tepas pandang laporannya. Bila memilih “nasib ketua honorer berupah kecil”, oleh sebab itu temuilah pihak-pihak yang tersangkut dengan tatah-tatah tersebut. Kecuali wawancara beserta guru, tanyai juga tua-tua sekolah, penata laksana Dinas Pendidikan, anggota DPRD dari yayasan yang membidangi pendidikan, pensiunan guru, dll. Jangan malah anda hanya mengutip masukan aktivis LSM karena dia punya dulur yang baru diputus-kontrak serupa guru honorer.