1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

tapusahainc

tapusahainc   , 30

from Boqueron

Statistics

Tentang Asal usul Pengkodifikasian Al-Quran

Banyak dari kita tak mengenal bahwa Al-Quran dahulu tak berbentuk kodifikasi seperti dikala ini. Al-Quran dulu ialah wahyu yang diwariskan terhadap Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran bisa terkodifikasikan seperti yang kita ketahui sekarang. Pengkodifikasian tersebut berawal pada dikala perang Yamanah.

Dalam perang tersebut banyak prajurit terbunuh terlebih dari kalangan penghafal Al-Quran. Memperhatikan kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Via perdebatan dengan Abu Bakar yang dikala itu menjadi khalifah hasilnya diambil keputusan bahwa inspirasi Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Progres pengkodifikasian tersebut juga berlangsung cukup lama merupakan sekitar satu tahun. Dalam menjalankan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengerjakannya. Supaya ini bukan tanpa alasan sebab Zaid yakni orang yang menulis di hadapan Rasulullah ketika beliau mendapatkan wahyu.

Selain pengkodifikasian dapat dijalankan dengan bagus dan tanpa melewatkan apa malah karenanya dilakukanlah dua metode sekalian dalam dinamika penulisan Al-Quran. Pertama kajian islam ia menggunakan sistem menerapkan wahyu yang pernah ditulisnya dulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Kecuali cara tersebut Zaid menggunakan cara dengan cara mencatat hafalan Al-Quran dari para teman. Supaya tersebut dilakukan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Kecuali itu dengan kedua sistem tadi diinginkan bisa menemukan potongan wahyu yang hilang atau sebagainya.

Karenanya pengkodifikasian tersebut walhasil diserahkan terhadap Abu Bakar dan selanjutnya setelah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Melihat hal tersebut tentu saja kita patut berterimakasih terhadap Umar bin Khattab karena bila bukan sebab inisiatifnya kita tidak mungkin mengetahui Al-Quran yang kita kenal saat ini.

Perjuangannya untuk melakukan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang pantas untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita wajib mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Selain itu kita juga semestinya berterima kasih maka bayangkan saja apabila Al-Quran tak dikodifikasikan tentu saja bila akan benar-benar kesusahan ketika berkeinginan membacanya.