1. Welcome to kiwibox

    We're happy that you are part of our community. Please take a few minutes discover how kiwibox works.

    You want to explore kiwibox on your own? No problem. You can easily restart the tour at any time by using the sidebar if you change your mind.

  2. Logo

    A click on the kiwibox Logo brings you back to the startpage. Besides a menue with a lot of useful links opens if you mouse over.

  3. Notifications

    You may find all of your news, friendship requests and messages up right in the navigation bar.

  4. Settings

    Just mouse over a post and the gearwheel will appear. Here you'll find all the settings for your news.

  5. Supermodul

    The supermodul summarizes various contents. Enjoy exploring!

wowgayahid609

wowgayahid609   , 45

from Leeds

Statistics

Teknik Memilih Keris yang Bagus

Agar tdk tertipu di dalam usaha menjadi keris, perlu dipahami lalu tidak semata keris yang tampilannya berdasar pada awam menawan, dengan garapan yang rumit, dan paparan mempunyai nilai yang menjulung.

Klasfikasi berdasar pada Waktu Pembuatan

Berdasarkan waktu pembuatan tampak beberapa konsep penyebutan tentang keris. Yang pertama bertugas dengan penundaan dan yang kedua menjatuhkan (talak) berdasar lama dan pertama.

Konsep Penangguhan

6236196079898129242.jpg

Dari literatur http://www.duniakoleksi.com yang terdapat, secara konsep muncul 2 konsep yang dianut sambil kalangan penggemar/pemerhati keris, Saran Penangguhan mula-mula dengan memberi keris untuk penangguhan Terlambat (masa prolog kerajaan Mataram Kuno mencapai berbatas berdirinya Negeri Kahuripan, sahaja juga dikenal Tangguh Purwocarito), Madya Terbelakang (Masa Negara Singosari, Wana, Kediri) Uzur Tengah (Masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit, Blambangan), Tengahan (Masa Kerajaan Pengging, Demak, Memampangkan, sampai Mataram Sultan Agung) dan Nom (Masa Negeri Kartosuro, Surakarta, Yogyakarta hingga pertengahan masa XIX). Postulat Penangguhan Ke-2 terkait sekiranya berdirinya negeri dan wilayah (sekilas mampu dilihat pada tulisan sebelumnya).

Konsep Keris Lama dan Baru

Bertolak pada konsep tersebut keris dibagi menjadi 2 golongan buntal, yaitu Keris lama yang terdiri untuk keris tua bangka dan nem-neman, dan Keris baru. Penggolongan keris lelet adalah Keris yang dibuat sebelum selesai abad XIX dan Keris baru didefinisikan sebagai keris yang dibuat setelah pertengahan kurun XIX. Yang disebut Keris tua & nem-neman tunggal ada kurang lebih pendapat, antara lain bahwa yang dikenal keris tua renta adalah Keris yang disusun pada peluang kerajaan Majapahit dan sebelumnya. Pendapat unik menyatakan kalau keris yang dibuat di dalam masa rezim Mataram Sultan Agung dan sebelumnya dapat dikelompokkan sebagai keris tua. Pada prinsipnya dengan kondisi fisik yang sama keris lelet secara sudah biasa nilainya kian tinggi daripada keris trendi.

Klasifikasi berlandaskan keaslian (originality)

Berdasarkan pola ini member mengenal Keris asli (utuh dan tdk utuh), Keris besutan & keris owah-owahan. Keris sempurna adalah Keris yang tidak menanggung perubahan wujud pada buah yang bisa menyebabkan reformasi dhapur serta juga tdk mengalami penambahan pamor yang dilakukan dalam rentang waktu yang jauh sesudah keris oleh sebab itu. Penggantian kepala keris masih dapat dikatakan tidak melenyapkan keaslian Keris, demikian juga dengan pemberian kinatah serta sinarasah.

Keris besutan berasal dari Keris lama yang karena adanya aus terutama pada sebelah tajam Keris yang diproses menjadi lagak kembali tanpa merubah dhapur atau merek keris. Sesuai diketahui, bahwa logam di dalam keris lambat kadang di dalam sisi tajamnya membentuk setaraf keropos teliti atau istilahnya ngeron tebu. bagian tersebut yang dihaluskan dengan wujud untuk keindahan dan pun pengawetan. Impak dari besutan mengakibatkan utama bilah Keris menjadi kian ramping. Sekitar penggemar Keris kurang setuju proses ini, tetapi sebagian yang lain menyetujui dengan tanda untuk pelestarian keris, benih kondisi ngeron tebu tambah lama hendak membuat Keris keropos serta patah.